ICT Vocation School of Jumantono

informasi pembelajaran TeKaJe EsemkaEnJumantono

Langkah-Langkah Membangun Komputer Virtual Dengan Vmware Workstation

Pada tutorial ini saya akan memperlihatkan bagaimana cara melakukan instalasi komputer virutal (Virtual Machine) di dalam komputer fisik (komputer asli). Tujuannya adalah agar apabila Anda ingin melakukan suatu riset, mencoba sistem operasi lain misalnya Windows, Linux, Sun Solaris, Novel NetWare atau bahkan membangun jaringan komputer sedehana, Anda tidak perlu membeli komputer baru atau membagi hard disk Anda menjadi beberapa partisi. Untuk melakukannya saya menggunakan software yang bernama Vmware Workstation.

Komputer virtual yang akan saya pasang pada tutorial ini adalah komputer dengan sistem operasi Windows Server 2008 dengan spesifikasi yang akan kita tentukan nanti. Caranya adalah sebagai berikut (klik gambar untuk memperbesar):

  • Sediakan CD/DVD/File atau file ISO dari Windows Server 2008. Pada tutorial ini saya menggunakan file ISO dari Windows Server 2008.
  • Download dan install aplikasi Vmware. Disini saya menggunakan VMware Workstation versi 7.0.0 build-203739.
  • Buka Aplikasi Vmware yang sudah Anda install.
  • Klik New Virtual Machine, atau klik File > New > Virtual Machine.
  • Maka akan muncul jendela baru. Pilih Custom agar kita mengetahui semua langkah demi langkah. Jika Anda memilih Typical, maka ada beberapa step yang tidak Anda lalui. Jika sudah klik Next.
  • Maka akan muncul jendela baru. Pilih Worksration 6.5-7.0 dan klik Next.
  • Pada jendela selanjutnya, yaitu jendela Guest Operating System Installation Anda akan diberikan 3 pilihan, yakni: Installer disc jika Anda ingin melakukan instalasi dengan menggunakan media CD/DVD. Installer disc image file (iso) jika Anda ingin melakukan instalasi dengan menggunakan file ISO dari sistem operasi yang akan Anda instal, atau I will install operating system later jika Anda ingin menentukannya nanti. Pada tutorial ini saya pilih I will Install operating system later, jika sudah Klik Next.

  • Selanjutnya Anda akan dihadapkan pada jendela Select a Guest Operating System. Pada Guest Operating System pilih Microsoft Windows, karena kita akan menginstall sistem operasi dari Windows. Pada Version pilih Windows Server 2008. Jika sudah klik Next.

  • Tahap selanjutnya Anda akan dihadapkan pada jendela Name the Virtual Machine. Pada Virtual machine name ketikkan nama virtual machine Anda, pada tutorial ini saya menggunakan nama Windows Server 2008 (Tutorial), pemberian nama ini terserah Anda. Pada Location berikan lokasi dimana virtual machine Anda akan diletakkan. Pada contoh ini saya meletakkannya pada direktori E:\VIRTUAL MACHINES\Windows Server 2008 (Tutorial). Klik Next jika sudah.

  • Jendela selanjutnya adalah Processor Configuration, dimana pada tahap ini Anda diharuskan melakukan setting terhadap processor yang akan Anda gunakan. Pada tutorial ini saya menggunakan 1 buah processor dengan 2 buah core. Jika sudah klik Next.

  • Tahap selanjutnya Anda akan dihadapkan pada jendela Memory for the Virtual Machine. Pada tahap ini Anda diharuskan menentukan jumlah memory/RAM yang akan digunakan untuk virtual machine Anda. Untuk contoh ini saya menggunakan 2048 MB atau 2GB, karena saya melakukan instalasi sistem operasi Windows Server 2008 yang memang membutuhkan resource yang cukup besar. Jika sudah klik Next.

  • Setelah Anda mengklik Next tadi, maka akan muncul jendela baru yaitu jendela Network Type. Pada tahap ini Anda diharuskan memilih salah satu dari 4 jenis network yang tersedia, yaitu Use bridge network, Use network address translation (NAT), Use host-only networking, atau Do not use a network connection. Pada tutorial ini saya menggunakan Use bridge network, karena dengan menggunakan tipe ini komputer virtual tadi seakan-akan menjadi komputer yang nyata dalam jaringan yang nyata. Jadi, apabila komputer asli yang diinstalkan komputer virtual tadi dihubungkan ke sebuah jaringan melalui sebuah Switch atau Hub, maka komputer virtual tadi juga akan mendapat koneksi ke jaringan tersebut dan seakan-akan komputer itu adalah komputer nyata yang langsung terkoneksi ke jaringan itu. Selain itu apabila Anda menggunakan tipe Use bridge network, apabila terdapat 2 atau lebih komputer virtual yang semuanya disetting dengan tipe Use bridge network dan semua komputer itu sedang aktif dan diberikan IP Address yang 1 kelas, maka komputer-komputer itu akan bisa terhubung secara langsung layaknya terhubung menggunakan Hub atau Switch. Klik Next jika sudah.

  • Pada jendela Select I/O Adapter Types, pilihlah tipe yang direkomendasikan oleh software VMware. Rekomendasi yang berikan bisa berbeda-beda, tergantung dari sistem operasi yang akan diinstal.

  • Pada tahap selanjutnya Anda akan dihadapkan pada jendela Select a Disk. Pada tahap ini Anda diharuskan memilih apakah akan membuat virtual hard disk yang baru dengan memilih Create a new virtual disk atau menggunakan yang sudah ada dengan memilih Use an existing virtual disk. Sedangkan pilihan Use a physical disk (for advaced users) adalah pilihan untuk pengguna tingkat lanjut, yang apabila memilih ini, maka hard disk yang akan digunakan adalah hard disk fisik dari komputer asli. Pada contoh ini saya memilih Create a new virtual disk. Jika sudah klik Next.

  • Jendela yang muncul selanjutnya adalah Select a Disk Type. Pada jendela ini Anda diharuskan memilih tipe hard disk yang akan Anda gunakan. Pilih saja sesuai dengan rekomendasi dari software VMware Workstation. Klik Next jika sudah.

  • Tahap selajutnya Anda akan dihadapkan pada jendela Specify Disk Capacity. Pada tahap ini Anda diharuskan menentukan kapasitas hard disk virtual Anda. Nilai rekomendasi untuk Windows Server 2008 adalah 40 GB. Nilai ini bisa berubah-ubah tergantung sistem operasi yang akan Anda install. Anda bisa menggunakan nilai default ini sebagai kapasitas hard disk Anda, namun jika Anda ingin yang lain, silahkan isikan. Pada contoh ini saya isikan 50 GB. Lalu dibawah ada 2 buah radio button yang harus Anda pilih salah satunya. Store virtual disk as a single file yaitu pilihan dimana virtual hard disk akan dijadikan 1 file, sedangkan jika Anda memilih Split virtual disk into 2 GB files maka virtual hard disk akan dipecah-pecah menjadi 2 GB, sehingga akan lebih memudahkan Anda jika ingin memindahkannya ke komputer lain dengan menggunakan flash disk yang berkapasitas kecil. Pada contoh ini saya pilih Split virtual disk into 2 GB files. Klik Next.

  • Tahap berikutnya Anda akan diberikan tampilan jendela Specify Disk File. Pada jendela ini Anda harus menentukan lokasi virtual hard disk Anda akan disimpan dimana. Pada contoh ini saya menyimpan virtual hard disk saya di direktori dimana saya meletakkan virtual machine saya, yaitu di direktoei E:\VIRTUAL MACHINES\Windows Server 2008 (Tutorial)\Windows Server 2008 (Tutorial).vmdk. klik Next jika sudah.

  • Tahap berikutnya Anda akan dihadapkan pada jendela terakhir dari pembuatan virtual machine ini, yaitu jendela Ready to Create Virtual Machine. Pada jendela ini Anda akan diperlihatkan rangkuman dari settingan yang sudah Anda lakukan pada langkah-langkah sebelumnya. Jika masih ada yang kurang pas, klik saja Customize Hardware, namun jika sudah cocok semuanya langsung klik Finish.

  • Maka munculla tampilan seperti gambar di bawah ini:

  • Karena pada langkah sebelumnya kita belum menentukan dari mana kita akan melakukan instalasi, maka silahkan klik di Edit virtual machine settings untuk melakukan editing.
  • Maka akan muncul tampilan baru, klikdi CD/DVD (IDE).
  • Pada bagian Connection terdapat 2 buah radio button, yaitu Use physical drive jika Anda ingin melakukan instalasi melalui media CD atau DVD dan Use ISO image file jika Anda ingin melakukan instalasi dengan menggunakan file ISO. Pada contoh ini saya menggunakan media file ISO jadi saya pilih Use ISO image file. Lalu browselah dimana file ISO yang akan Anda gunakan itu tersimpan. Jika sudah selesai klik OK.

  • Pada bagian sidebar sebelah kiri pastikan Anda sudah memilih sistem operasi yang akan Anda proses.

  • Langkah selanjutnya adalah mengklik tombol Power On This Virtual Machine untuk menghidupkan komputer virtual kita.

  • Langkah terakhir adalah melakukan instalasi. Instalasi sistem operasi di VMware sama dengan instalasi di komputer asli.

Itulah langkah-langkah dalam pembuatan komputer virtual (virtual machine) dengan menggunakan software VMware Workstation. Info lengkap tentang software VMware bisa dilihat di http://www.vmware.com.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: